Brands

Ini Jawaban Google Soal Kata ‘Idiot’ untuk Trump

December 18, 2018

Jakarta – CEO Google Pichai Sundararajan atau yang lebih dikenal Sundar Pichai telah memberikan penjelasan terkait hasil pencarian di mesin perambannya yang menampilkan wajah seorang Presiden Amerika Serikat (AS) ke-45 yaitu Donald Trump ketika mengetikkan kata kunci ‘idiot’ pada mesin pencarian Google.

Pichai memberikan penjelasan tersebut saat menerima pertanyaan dari perwakilan Komite Peradilan Zoe Lofgren (D-CA) yang menyelidiki kemungkinan perusahaan memanipulasi hasil pencarian gambar. Pria darah keturunan India tersebut menjelaskan bahwa Google hanya mencocokkan salinan dari miliaran laman situs web di indeks mereka dengan kata kunci yang diketikkan pengguna. Maka hal tersebut sama sekali tidak dimanipulasi oleh perusahaan.

“Kami mengambil kata kunci dan mencocokkannya dengan halaman mereka dan memberi peringkat berdasarkan lebih dari 200 sinyal yang termasuk relevansi, kesegaran, popularitas, bagaimana orang lain menggunakannya,” jelas Pichai.

Berdasarkan data itu dalam waktu tertentu, Google mencoba memberi peringkat dan menemukan hasil pencarian terbaik untuk pertanyaan pengguna. Lalu Google mengevaluasi hasil dengan penilai eksternal, dan mereka mengevaluasinya dengan pedoman yang obyektif. 

“Jadi itu bukan ulah seorang pria yang duduk di belakang tirai untuk memilihkan apa yang akan ditunjukkan pada pengguna?,” lanjut Lofgren seperti dilansir The Verge.

Pichai menjawab bahwa sistem ini bekerja di skala besar dan mereka tidak mengintervensi secara manual hasil pencarian. Ia berbalik mempertanyakan kepada hal tersebut tergolong sebagai bias atau tidak.

Kejadian tak menyenangkan itu terjadi karena ada manipulasi kampanye oleh para aktivis daring yang tidak menyukai kebijakan Trump. Manipulasi algoritme yang dilakukan oleh pengguna situs Reddit yang memasukkan foto Trump ke dalam tautan kata kunci ‘idiot’. Pengguna Reddit kemudian melakukan upvote unggahan foto Trump yang dikaitkan dengan kata idiot.

Di tahun 2009, kejadian serupa juga sempat menimpa mantan Ibu negara Michelle Obama yang memunculkan karikatur wajahnya yang diedit agar mirip monyet. Atas masalah ini, Google mengunggah iklan yang menjelaskan cara kerja algoritme untuk memunculkan hasil pencarian.

“Mesin pencari merupakan cerminan dari konten dan informasi yang tersedia di Internet. Peringkat situs di hasil pencarian Google sangat bergantung pada algoritme komputer menggunakan ribuan faktor untuk menghitung relevansi halaman dengan permintaan yang diberikan,” kata Google pada tahun 2009.