Economy

Pertama dalam Sejarah, Penerimaan Negara akan Tembus APBN

December 7, 2018

Jakarta – Pertama dalam sejarah penerimaan negara sampai akhir 2018 diperkirakan akan melebihi target Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp 1.894,72 triliun. Hal ini di sampaikan oleh Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani, di Nusa Dua, Bali, Kamis (6/12).

“Sampai akhir tahun bisa lebih dari 100 %, jadi penerimaan negara akan terlewati,” ujarnya, dikutip dari antaranews.com.

Dijelaskan Pendapatan Negara semakin menunjukkan peningkatan karena di dorong oleh pendapatan dalam negeri, yaitu dari faktor penerimaan perpajakan dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP).

Tercatat hingga 30 November 2018, penerimaan perpajakan telah terealisasi sebesar Rp 1.301,4 triliun, dari target APBN sebesar Rp 1.618,10 triliun atau 80,4%. Jumlah tersebut berasal dari pendapatan dari DJP (include PPh migas) sebesar Rp 1.136,6 triliun dari target APBN Rp1.424 triliun atau 79,8 % dari terget, dan pendapatan DJBC (Bea Cukai) sebesar Rp164,8 miliar dari target APBN Rp 194,10 miliar atau 84,7%.

Kemudian, untuk penerimaan negara bukan pajak tercatat hingga 30 November 2018 terealisasi sebesar Rp 342,5 miliar, dari target APBN sebesar Rp 275,43 miliar atau 124 %. Ini dinilai tumbuh baik sebesar 28,41 %.

Sementara itu, pada Senin (3/12) Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution mengatakan bahwa perekonomian Indonesia tetap mampu bertahan dengan baik. Ia menjelaskan perekonomian Indonesia pada Kuartal lll 2018 mencapai 5,17 % dengan tingkat inflasi yang cukup bak di kisaran 3%. Capaian tersebut menunjukkan peningkatan yang sangat baik dibandingkan kuartal lll 2017, yang mencapai 5,06%.

Ditambahkan tingkat inflasi di Indonesia selalu menunjukkan hasil yang signifikan di masing-masing level. Pada tahun 2015 di level 3,35%, 2016 di level 3,02%, dan 2017 di level 3,61%. Sedangkan di tahun 2018 tercatat hingga Oktober 2018 tingkat inflasi sudah berada di level 3,16%.

“Kalau kita melihat data sosial ekonomi, seperti tingkat kemiskinan, tingkat pengangguran, dan indeks ketimpangan, dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) secara konsisten membaik,” kata Darmin.