Business Economy

Brand ‘Indonesia’ Paling Berharga Di Dunia Kalahkan Singapura

October 24, 2018

Jakarta – Indonesia berada di peringkat ke-16 dari 100 merek negara paling berharga di dunia, dengan nilai US$848 miliar mengungguli negara-negara lain di Asean, termasuk Singapura. Brand Finance telah merilis laporan tahunannya tentang 100 merek negara paling berharga di dunia.

Perusahaan konsultan penilaian merek global ini mengevaluasi merek nasional suatu negara berdasarkan keadaan di negaranya dan ekonomi secara keseluruhan dengan mempertimbangkan berbagai faktor sosio-ekonomi. Merek nasional “dengan kategori kuat” menunjukkan lingkungan yang sangat menarik untuk investasi, mendorong investasi masuk, menambah nilai ekspor, dan menarik wisatawan serta pekerja terampil.

“Pariwisata adalah sumber pemasukan potensial utama untuk semua negara. Namun, persaingan sangat ketat dan sangat penting untuk memastikan semua titik dari merek diselaraskan untuk memberikan pengalaman terbaik,” sebut laporan tersebut seperti dikutip SeAsia (23/10/18).

Amerika Serikat  menjadi merek negara paling berharga di dunia dengan nilai US$25,9 triliun. China membuntutinya di peringkat kedua dengan nilai US$12,779 triliun. Sementara Indonesia berada di peringkat ke-16 dengan nilai US$848 miliar. Posisi ini mengungguli negara-negara kawasan Asia Tenggara lainnya, termasuk Singapura yang harus puas di posisi kedua.

Berikut daftar negara Asia Tenggara dengan merek paling berharga:

  1. Indonesia, peringkat 16 dunia dengan nilai merek US$848 miliar
  2. Singapura, peringkat 28 dunia dengan nilai merek US$ 530 miliar
  3. Filipina, peringkat 29 dunia dengan nilai merek US$524 miliar
  4. Malaysia, peringkat 30 dunia dengan nilai merek US$523 miliar
  5. Thailand, peringkat 31 dunia dengan nilai merek US$509 miliar
  6. Vietnam, peringkat 43 dunia dengan nilai merek US$ 235 miliar
  7. Myanmar, peringkat 73 dunia dengan nilai merek US$52 miliar

Sementara itu, Indonesia berhasil menjadi tuan rumah di tiga event internasional yaitu Asian Games 2018, Asian Para Games 2018 dan IMF-World Bank. Hal ini menjadikan tingkat kepercayaan dunia internasional kepada Indonesia meningkat. “Saya melihat keberhasilan tiga event besar ini membuktikan kita bangsa yang besar yang mampu menyelenggarakan event kelas dunia dengan tata kelola dan tata manajemen yang baik dan tentu saja prestasi itu membanggakan kita semua dan menjadi modal untuk melangkah ke depan lebih baik,” ungkap Presiden Joko Widodo belum lama ini.

Menurut data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Indonesia, nilai investasi langsung (Foreign Direct Investment/FDI) yang masuk ke Indonesia pada semester I 2018 mencapai US$15,27 miliar atau setara Rp 204, 6 triliun. Dari jumlah tersebut yang masuk ke sektor properti (perumahan, kawasan industri dan gedung perkantoran) mencapai US$2,84 miliar atau 18,6% dari total FDI. Investasi asing tersebut tersebar dalam 17.367 proyek.

Sedangkan Badan Pusat Statistik menyatakan kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia secara kumulatif sejak Januari hingga Juli 2018 mencapai 9,06 juta kunjungan. Capaian tersebut mengalami kenaikan 12,92 persen dibandingkan kunjungan wisman pada tahun sebelumnya 8,03 juta kunjungan wisman.

***